Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

dabelkapel photography d'site

HomeAbout MeMar 5, 2009
.
Photo AlbumPhotosSep 6, 2009
ddd
dThumbnaild
ddd
Wedding
19 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
Model
8 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
Pre Wedding
40 Photos

   View All
.
MusicMusicSep 6, 2009
.
.
.
NoteGuestbook
   
shamu03 wrote on Oct 19, '10
hai mas, saya iparnya ani,..lg cari2 buat dokumentasi wedingku nih,..bisa kirim info ga? atau kirim hasil fotonya ?ke :Ist_wulandari@yahoo.com
menaraproduction wrote on Mar 25, '10
"Recommended Inside"
adnan1106 wrote on Jan 5, '10
hi. u r nice photographer i like ur photo's
petjoenstory wrote on Oct 22, '09
dabelkapel

Pernah liat kami berjalan beriringan seperti semut yang bagus itu berempat? Saya rasa belum tentu pernah kalian melihat kami. Melihat kami jalan berempat. Mungkin pernah karena ada kamunya juga disana. Mungkin juga tidak pernah karena kalian mungkin saja tidak menyadari keberadaan kami. Keberadaan kami berempat yang selalu ditunggu-tunggu penjaja makanan dan minuman. Keberadaan kami yang ditunggu-tunggu para penikmat seni gambar diam.

Itu tentang saya dan tiga orang teman saya. Prima, Apsari, dan Anton. Dan saya. Kami berempat. Saya dan mereka itu sebuah tim yang pekerjaannya menyibukkan diri satu sama lain. Yang satu sibuk, maka yang lain.. ya lain. Tidak sama.

Ini mereka ada dikehidupan dunia saya ketika suatu film di bioskop daerah Menteng memaksa kami untuk menghadiri tempat itu dari kejauhan. Megaria namanya. Kalian tahu siapa Megaria? Mungkinkah itu nama seorang perempuan? Atau mungkin nama dua orang perempuan? Mega dan Ria. Atau mungkin anggapan saya tadi ternyata benar semua? Atau justru jadi salah kalian? Tapi biarlah itu seperti itu, ini bukan tentang itu. Tentang Megaria itu.

Saya dan mereka bertiga tanpa awalan langsung pada akhiran menyatakan ingin membuat sebuah pekerjaan bersama-sama dengan mengkhususkan diri di bidang fotografi. Kalian tahu foto bukan? Saya tidak ingin menjelaskan itu. Tanpa ragu dan berpikir panjang karena malam telah memunculkan bulan dan menenggelamkan matahari, maka kami pun setuju agar itu usaha terjadi. Dan tinggal berpikir apakah merek dagang kita.

Nama Dapelkapel akhirnya menjadi ujung perdebatan panjang kita disela-sela orang lalu lalang di depan kami,di atas lantai. Sebab mengapa diberi nama dabelkapel karena sosok yang ada saat itu adalah dua orang wanita dan dua orang pria. (Maaf kepada setan karena tidak ada tempat untukmu saat itu, karena kami berempat bukan bertiga). Kalian pasti bisa menebak mana yang wanita dan mana yang pria. Itu Prima dan Apsari adalah wanita utuh tidak setengah. Dan itu yang sisanya pria. Anton dan saya. Seharusnya kalian paham ini tanpa perlu saya gambarkan jenis kelaminnya.

Kami ini hebat satu sama lain. Misalnya Prima. Prima itu jago menghayal. Jago makan dan merasakan makanan. Jago tidur. Jago hitung-menghitung. Tidak punya ayam jago. Lalu Aprsari. Dia itu wanita produk seperti putri Solo namun gagal karena ternyata dia pejantan dibalut ke-feminim-an. Aneh tapi ada. Ada lagi Anton. Dia itu ada di kalimalang. Kadang-kadang di cibubur. Kadang di Bandung. Kadang di Puncak. Kadang susah dihubungin untuk tahu posisi selanjutnya. Dan kalau saya, ya saya. Si penulis.

Kami bila bekerja selalu mengenakan pakaian seadanya. Adanya selalu pakaian hitam-hitam. Lalu menenteng-nenteng kamera, biar dibilang tidak mirip dengan tukang somay atau pegawai PLN. Gagah teramat sangat bila kami berempat itu ada di depan kalian. Kalian pasti iri. Iri karena tidak punya tim seperti kami. Tapi seharusnya kalian jangan iri, karena dibalik kehebatan kami tetap ada kalian yang selalu menjadi pembuat motivasi kami untuk selalu maju tidak mundur.

Kesuksesan atau mungkin kegagalan yang kami capai, tidak selalu dari kami tapi ada yang dari kalian. Juga selalu ada dari-Nya. Saya senang kalian bertiga ada di kontak handphone saya. Jadi saya selalu bisa menghubungi kalian disaat saya rindu keberadaan kalian. Kalian itu kenapa mesti tidak sama orang tuanya dengan saya ya? Padahal kalau kita di satu orang tua yang sama, mungkin akan menjadi lebih dari yang sekarang. Tapi seperti ini pun tidak apa.

Sampai kapanpun kalian akan selalu ada di memori handphone saya. Foto kalian akan selalu ada di komputer saya. Syal Prima akan selalu ada di rumah saya. SMS Anton akan selalu ada di inbox saya. Dan tripot Apsari pun akan selalu ada di atas meja kamar saya. Maaf saya tidak bisa menghapus atau menghilangkan itu semua, karena dengan itu saya jadi tahu siapa pemiliknya. Kalian orang baik yang percaya sama saya. Percaya kalau suatu saat nanti kita akan membahagiakan kita. Membahagiakan orang-orang di sekitar kita. Membuat orang menjadi senang. Senang karena dirinya sendiri dan karena kita.


Ps :
Buat Anton : jangan maen motor melulu nanti motornya rusak
Buat Apsari : semoga kamu bahagia dengan dia
Buat Prima : kalau mau dateng dalam bentuk apapun dirimu, saya tunggu...

Jakarta, Oktober, 14, 2009
.